Seri B

All posts tagged Seri B

Udinese Calcio merupakan salah satu sepak bola yang berada di Italia, berbasis di Udine, Friuli-Veneza Giulia. Klub tersebut yang bermain di kompetisi Seri A. Dimana Udinese berdiri pada tahun 1986, dan juga merupakan klub tertua kedua di Italia, setelah Genoa.

Jersey yang dikenakan oleh mereka berwana hitam dan putih bergaris-garis dengan celana pendek hitam, yang berkaus kaki putih. Klub ini juga memiliki siaran di saluran 110 (Saluran Udinese) di televisi terestrial digital di utara-timur Italia. Yang memiliki sejumlah pendukung terbesar di Friuli dan sekitarnya.

Sejarah Klub Udinese

logo udinese

logo udinese

Udinese Calcio yang didirikan pada tahun 1896 sebagai bagian dari Societa Udinese di Ginnastica e Scherma, Pada awal musim, klub ini memenangkan Torneo FNGI di Treviso yang mengalahkan Ferrara dengan skor 2-0. Tapi gelar ini tidak diakui dengan resmi.

Pada tangal 5 Juli 1911, banyaknya pesenam dari Udinese yang dipimpim oleh Luigi Dal Dan, yang mendirikan AC Udinese untuk bergabung dengan FIGC. Tim baru itu memulai debunya dengan pertandingan persahabatan saat berhadapan dengan Juventus Palmanova yang meraih menang dengan skor 6-0.

Pada tahun 1912-1913, Udinese meraih gelar juara pertamanya dalam kejuaraan FIGC. Pada tahun itu mereka terdaftar dalam Campionato Veneto di Promozione yang terdiri tiga tim, seperti Petrarca da Padova). Dengan dua kemenangan melawan Padova (3-1 dan 5-0), Udinese mengakhiri turnamen di tempat kedua dibelakang Pertaca dan dipromosikan ke tingkat pertama Prima Categoria.

Dalam ajang Prima Categoria, Udinese gagal mencapai tahap nasional, yang terus menerus tersingkir di Eliminatoria Veneta di musim 1920-1921. Sangat mengesankan karena itu merupakan debut Gino Bellotto yang saat itu menjadi pemain terpenting atas kejayaan Udinese, yang menghabiskan 17 musim dengan Zebrette.

skuad udinese

skuad udinese

Era 20-an: Coppa Italia Akhir

Pada tahun 1922, Udinese memiliki keberuntungan dari tidak adanya klub-klub besar. Masuk Football Championship FIGC Italia dan Mencapai Coppa Italia meski akhirnya kalah dengan skor 1-0 kontra Vado. Di kompetisi Liga, Udinese hanya menjadi runner-up di Eliminatoria Veneto, yang memungkin mereka untuk tetap di atas kejayaan mereka untuk musim depan.

Era 30-an dan 40-an

Berada di Seri B hanya berlangsung selama dua musim, dan setelah musim 1931-1932, dan harus kembali ke divisi ketiga. Udinese tetap di tingkat ketiga yang berganti nama Seri C di tahun 1935 sampai 1938-1939, Ketika Serie A dan Serie B diciptakan. Kemerosotan Udinese yang terus menerus diperingkat ketiga (Terza Serie).

Musim pertama di Terza Serie merupakan satu kemenangan dan Udinese dipromosikan hingga ke Serie B. Selama belasan tahun The Zebrette, dengan penampilan rata-rata dan harus terdegradasi ke Serie C pada akhir musim 1947-1948. Degradasi ini, bagamanapun juga mereka sudah masuk kembali untuk kedua laginya secara berturut-turut.

Era Modern Udinese

Setelah semusim di Liga Champions, Udinese yang finis di posisi kesepuluh dan kembali lagi di posisi tengah klasemen. Titik balik pun terjadi ketika di musim panas 2007, yang saat itu klub mengkonfirmasikan penunjukkan Sisilia manajer Pasquale Marino dan juga pembelian pemain yang berkualitas dengan masuknya Fabio Quagliarella dan Gokhan Inler.

Di musim 2007-2008, bermain dengan baik dengan hasil imbang dikandang melawan juara Internazionale. Namun, antusiasme cepat terhapus setelah pertandingan kandang pertama yang selesai dalam 5-0 atas kekalahan Napoli. Setelah pertandingan ini, nasib Udinese berubah, dimulai dengan kemenangan atas Juventus berkat gol Antonio Di Natale. Udinese tetap konsisten yang masuk ke peringkat keempat Liga Champions dengan Milan.

Nama lengkap klub Societa Sportiva Calcio Napoli, yang biasa di sebut Napoli. Klub tersebut merupakan klub sepak bola yang berasal dari Italia, bermakaskan di kota Napoli, Campania. Dimana klub itu bermain di pertandingan kandang yang bermarkas di Stadion San Paolo, memiliki kapasitas 78.210 bangku penonton.

Jersey yang dipakai tim ini pun, berwarna biru langit yang mendapatkan julakan Azzuri atau dalam bahasa Indonesianya Biru. Pada era 1980-an Napoli memiliki beberapa pemain kelas dunia seperti Diego Maradona, Andrea Carnevale, dan juga Antonio Careca.

Ketika tahun 2004 usai mengalami krisis keuangan, klub ini resmi di beli oleh Lodo Petrucci. Yang beganti nama menjadi Napoli Soccer, dan pada tahun 2006 dipakai kembali nama S.S.C Napoli.

Napoli

logo napoli

Sejarah Klub Napoli

Klub yang pertama kali didirikan dengan nama Naples Foot-Ball & Cricket Club pada tahun 1904, oleh pelaut Inggris bernama William Poths dan rekannya Hector M. Bayon. Dimana klub itu terbentuk dalam tiga tim seperti Conforti, Catterina dan juga Amedeo Salsi.

Warna jersey asli klub adalah biru langit dan biru tua yang bergariskan biru dengan celana hitam. Naples yang memulai pertandingan dalam debutnya meraih kemenangan 3-2 melawan klub asal Inggris, dimana masing-masing gol dicetak oleh MacPherson, Sxafoglio dan Chaudoir.

Pada tahun 1906, nama klub itu pun disingkat menjadi NAples Foot-Ball Club. Awal ke beradaannya, dalam kejuaraan sepakbola Italia terbatas hanya klub utara saja. Dalam ajang kejuaraan, Napoli berhadapan dengan Palermo FBC, dimana Naples mampu meraih juara sebanyak tiga kali.

Dibawah Presiden Giogio Ascarelli, klub berganti nama menjadi Associazione Calcio Napoli pada tanggal 23 Agustus 1926. Setelah awal musim yang buruk dalam semua ajang kejuaraan. Kemudian, Napoli kembali ke Seri A pelopor Divisi Nasional oleh FA Italia dan bermain dengan baik berkat pemain kelahiran Paraguay, Attila Sallustro.

Dimana pemain tersebut merupakan pahlawan bagi klub tersebut dan juga para fans. Atitila Sallustro merupakan pemain yang mampu mencetak gol dan membuat catatan gol terbanyak dalam sejarah Napoli yang kini masih berdiri. Napoli yang bermain di Seri A, saat itu dibawah kepemimpinan William Garbutt. Yang bertugas selama enam musim, membuat klub berubah drastis yang mampu berada di puncak klasemen.

Pada tahun 1933-1934 mereka hanya berada di posisi kedua atau ketiga di klasemen, dimana mereka memilki pemain hebat seperti Antonio Vojak, Arnaldo Sentilmenti dan Carlo Buscaglia. Di tahun-tahun menjelang Perang Dunia II Napoli mengalami kemerosotan, berada di zona degradasi tahun 1939-1940. Dan pada tahun 1942 Napoli harus di bermain di Seri B Liga Italia.

diego maradona

ketika maradona di napoli

Perkembangan Napoli di Era Maradona

Napoli yang telah bangkit kembali, untuk berada di Seri A di musim 1964-1965, ketika itu dibawah manajemen yang merupakan mantan pemain Bruno Pesaola. Dimana mereka meraih kemenangan Coppa delle Alpi dan kembali ke Seri A Liga Italia. Dimana ketika itu, beberapa pemain terpopuler seperti Dino Zoff, Jose Altafini, Omar Sivori dan Antonio Juliano. Yang mana Juliano sudah membuat rekor klub dalam penampilannya bermain bersama Napoli.

Kecenderungan Napoli dalam penampilan terabiknya di Liga berlanjut di tahun 1970-an, yang menempati peringkat ketiga di tahun 1970-1971 dan 1973-1974. Dimana mereka hanya mencapai babak ketiga yang mengalahkan Porto dengan skor 2-0. Di musim yang sama, Napoli menyelsaikan liga hanya berada di peringkat kedua ajang Seri A. Yang mana mereka hanya berselisih dua angka dari tim juara Juventus saat itu.